Kembali
Kau berhasil membuat saya jengah dengan semua sikapmu. Pesannya padamu cukup membuatku lelah. Lelah untuk berpikir, lelah untuk cemburu, bahkan terlalu lelah untuk marah. Ini tak lazim. Saya tak pernah merasakan hal menyakitkan sedalam ini. Ditambah absenmu dalam beberapa kegiatan dimana kita ‘seharusnya’ bertemu.
Saya ingin semua kembali. Kembali dalam arti kata sesungguhnya. Saya ingin kembali ke masa awal kita bertukar pikiran. Saya rela dikembalikan ke masa perang dingin sebelum kata itu terucap dari mulut harimaumu. Saya rela dikembalikan ke saat semua orang menghujatku dengan kata ‘karma’ karena telah menerimamu. Saya rela.
You might be better with her. Bila itu memang pilihanmu, silakan. Saya tidak akan memborgolmu dengan seribu satu pertanyaan kunci atau jutaan alasan egoisme pribadi.
1 pertanyaan: mengapa saya menulis hal ini di tumblr, bukan di twitter?
Jawaban:
1. Saya tidak ingin kau membaca langsung di twitter. Saya ingin kau menyadarinya sendiri.
2. Twitter dengan 140 karakter tidak cukup dan tidak akan cukup untuk mengungkapkan perasaan jengah saya saat ini.
Kembali